10 PENANDATANGANAN PEMAIN TERBURUK DI REAL MADRID

Tidak ada tim dalam sejarah sepakbola yang berani memberikan pendekatan pasar transfer berprofil tinggi seperti Real Madrid, terutama di era modern seperti sekarang ini.

Kebijakan ‘Galacticos’ yang dilaksanakan oleh presiden Real Madrid, Florentino Perez memberikan klubnya pendekatan ke bursa transfer dengan ketenaran yang besar dan daya beli yang tinggi. Hal itu dilakukan semata-mata ditekankan mereka pada 5 biaya transfer rekor dunia yang berhasil dipecahkan Real Madrid.

Terkadang aset yang cukup besar tersebut terlihat sukses bersama Real Madrid dan oleh sebab itu, mereka sering disebut ‘buah cerdas’ dalam bisnis yang berhasil mengamankan beberapa pesepakbola terbaik di planet ini untuk datang ke Santiago Bernabeu. Luis Figo, Ronaldo, Zinedine Zidane dan Cristiano Ronaldo merupakan contoh aset besar yang pernah didatangkan Real Madrid.

Beberapa pemain dalam daftar dibawah ini adalah pesepakbola yang luar biasa tetapi entah mengapa sepertinya mereka memiliki dampat negatif di Real Madrid. Dan berikut ini adalah 10 penandatanganan pemain terburuk di Real Madrid, diantaranya adalah :

1. Jonathan Woodgate

Harganya jauh lebih murah daripada Kaka tapi bencana yang ditimbulkan lebih mahal daripada Kaka, Jonathan Woodgate harus berada di nomor 1 dalam daftar ini. Ada beberapa keluhan ketika Woodgate berjibaku diatas lapangan, orang Inggris ini sebenarnya adalah pesepakbola yang sangat berbakat tetapi hal tersebut tidak mengubah fakta jika dirinya juga merupakan seorang pembawa bencana.

Di sepanjang karirnya, Woodgate selalu dihantui oleh cedera yang panjang dan hal tersebut juga terjadi kala dirinya berseragam Madrid. Dia bergabung ke Real Madrid dari Newcastle pada tahun 2004 dengan nilai US$ 25 juta. Saat didatangkan ia masih dibekap cedera dan butuh waktu lebih dari satu tahun bagi Woodgate untuk melakukan debutnya di Madrid. Ketika debutnya dimulai, sejumlah orang mengatakan bahwa mimpi buruk telah lahir.

Berlabelkan pemain terbaik, ia mencetak gol bunuh diri dan mendapatkan kartu merah didalam satu pertandingan. Dia tetap dipercaya hingga pada tahun 2005, menjadi starter di pertahanan Madrid sebelum dibekap cedera sekali lagi. Ia gagal pulih dari cedera kedua ini dan harus hengkang ke Midlesbrough pada tahun 2007.

2. Kaka

Pemenang Piala Dunia, Liga Champions dan Ballon d’Or, tidak diragukan lagi jikalau Kaka adalah pemain terbaik di dunia. Ketika ia bergabung dengan Real Madrid dari AC Milan pada tahun 2009, sosok Kaka terlihat sebagai Galacticos modern. Kaka hijrah ke Madrid dengan nilai US$ 85 juta yang memecahkan biaya transfer rekor dunia pada waktu itu dan harus dilampaui oleh penandatanganan Cristiano Ronaldo pada tahun yang sama.

Ronaldo sukses di Bernabeu, sedangkan Kaka tidak. Dalam 120 laganya bersama Madrid, Kaka hanya membukukan 29 gol dan 32 assist dan catatan tersebut sekaligus menjelaskan jika Kaka sudah kehilangan kelasnya. Setelah 4 tahun berseragam Madrid, Kaka kembali ke AC Milan dengan status bebas transfer.

3. Royston Drenthe

Ketika Real Madrid mendatangkan Royston Drenthe ke Bernabeu dengan nilai lebih dari US$ 20 juta, banyak pihak yang mengangkat alis. Drenthe sebelumnya dilirik oleh sejumlah klub-klub besar Eropa setelah tampil mengesankan di ajang Kejuaraan Eropa U-21 dan akhirnya Madrid pun berhasil mendapatkannya.

Sayang, harga yang dikeluarkan Madrid tidak setara dengan kemampuannya diatas lapangan. Drenthe meninggalkan Real Madrid pada tahun 2012 setelah melakoni pemain pinjaman di sejumlah klub. Kini ia membela salah satu klub di Abu Dhabi (UAE Pro League), Baniyas.

4. Antonio Cassano

Pesepakbola yang berbakat, Antonio Cassano merupakan bintang Italia tetapi di balik itu semua, ia merupakan pemain yang selalu berbuat onar dan kontroversi. Saat Real Madrid masih diasuh oleh Fabio Capello, serangkaian perseteruan yang hebat antara pemain dan pelatih harus terjadi.

Cassano pun harus didepak ke AS Roma, karena gagal tampil mengesankan di Bernabeu. AS Roma membeli Cassano dari Madrid senilai US$ 7,5 juta dan membela selama 2 tahun dan melakoni 19 laga. Ia pun akhirnya hijrah ke Sampdoria.

5. Flavio Conceicao

Flavio Conceicao adalah penandatanganan mengerikan yang pernah dilakukan Real Madrid. Ia bergabung dengan Los Galacticos pada tahun 2000 dari Deportivo La Coruna dengan nilai US$ 35 juta dan membuatnya menjadi salah satu pemain paling mahal di dunia pada waktu itu.

Selama 4 tahun menghuni Bernabeu, Conceicao hanya melakoni 45 laga dan dirinya lebih sering menghangatkan bangku cadangan. Ia pun menghabiskan waktu 1 musim sebagai pemain pinjaman sebelum berangkat ke Galatasaray dengan status bebas transfer.

6. Walter Samuel

Walter Samuel bergabung dengan Real Madrid dari AS Roma pada tahun 2004 dengan nilai transfer lebih dari US$ 30 juta. Real Madrid begitu jatuh cinta kepada dirinya karena catatan rapornya yang begitu mentereng, ia telah melakoni 150 laga untuk AS Roma dan di kancah Eropa serta melakoni 50 laga untuk timnasnya, Argentina.

Selama semusim di Madrid, penampilannya tidak memberikan kesan mendalam bagi para fans sehingga ia harus kembali ke Serie A dan bergabung dengan Inter Milan. Bersama Inter Milan, ia tampil memukau selama 9 tahun ke depan sehingga menimbulkan banyak pertanyaan di kepala Real Madrid.

7. Asier Illarramendi

Real Madrid mendatangkan Asier Illarramendi disaat jasa Xabi Alonso di klub akan segera berakhir. Illarramendi tiba di Bernabeu setelah 3 tahun tampil mengesankan di Real Sociedad. Meskipun ia tampil secara teratur selama 2 tahun di Los Blancos dan melakoni 90 laga, ternyata ia lebih sering berada di bangku cadangan dan gagal menyakinkan pelatih serta para fans bahwa dirinya mampu bermain di tingkat tertinggi.

Illarramendi didatangkan senilai lebih dari US$ 35 juta dan akhirnya kembali ke Real Sociedad dengan nilai US$ 17,5 juta.

8. Nicolas Anelka

Nicolas Anelka adalah sebuah langkah besar bagi Real Madrid. Mereka tertarik untuk mendatangkannya dari Arsenal dengan biaya hampir US$ 40 juta pada tahun 1999. Anelka yang memulai karirnya di PSG dicap sebagai bintang sepakbola masa depan dan saat ia tiba di Spanyol, karirnya tidak mengesankan. Selama 1 tahun di Bernabeu, ia hanya mencetak 2 gol dalam 19 laga sebelum kembali ke klub PSG. Meskipun penampilannya gagal di Madrid, setidaknya pihak klub tidak merugi terlalu banyak.

9. Emerson

Tampaknya cukup masuk akal ketika Real Madrid mendatangkannya ke Bernabeu, ia merupakan pemenang Piala Dunia yang telah melakoni 70 laga bagi negaranya Brazil. Dia didatangkan dari Juventus setelah mantan klubnya terdegradasi ke Serie B akibat skandal Calciopolo senilai US$ 20 juta.

Ini adalah ketiga kalinya Emerson mengikuti jejak sang pelatih Fabio Capello, namun karirnya di Madrid tidaklah sempurna. Emerson bermain sangat buruk dan pada bulan Januari, ia meminta klub untuk mengembalikannya ke Juventus setelah melakoni 28 laga.

10. Thomas Gravesen

Seorang pemain yang memiliki pertahanan tangguh di lini belakang, tetapi hal tersebut tidak pernah dibuktikan dirinya kala membela Real Madrid. Thomas Gravesen menghuni Everton selama 5 tahun dan bermain ciamik sehingga Real Madrid berani menjemputnya.

Ketika ia tiba di Bernabeu, banyak pihak yang mengangkat alis serta menanyakan kemampuannya. Untungnya Madrid mendatangkan Gravesen senilai US$ 5 juta sehingga mereka tidak merasa terbeban. Di Madrid, Gravesen terlibat perkelahian dengan Robinho dan kerap dikritik oleh para fans serta kerap ditegur oleh Fabio Capello. Setelah satu musim di Madrid, ia pun hijrah ke Celtic.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *